PERHELATAN akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat tidak hanya menyajikan panggung sepak bola kelas dunia, melainkan juga sebuah palagan senyap di ruang udara.

Baru-baru ini, Biro Investigasi Federal (FBI) bersama Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) merilis data mencengangkan: lebih dari 600 drone ilegal telah disita di 11 kota tuan rumah sejak turnamen bergulir pada 10 Juni lalu.Dari Miami hingga Dallas, aparat penegak hukum dipaksa bekerja ekstra keras untuk melumpuhkan penetrasi pesawat tanpa awak yang menyusup ke zona terlarang.

Langkah agresif AS ini mengirimkan alarm keras bagi lanskap keamanan global, termasuk Indonesia.

Baca juga: Erling Haaland, antara Kepemimpinan dan Hiburan

Di era di mana teknologi berkembang lebih cepat daripada birokrasi, drone bukan lagi sekadar alat dokumentasi visual yang estetik atau mainan hobi yang jenaka.