BAUBAU, KOMPAS.com – "Kami sudah tidak punya harapan lagi. Hanya pasrah," Kalimat itu masih diingat betul oleh Dahlan, salah satu nelayan yang selamat setelah kapal ikan yang ditumpanginya tenggelam di perairan antara Pasarwajo dan Batu Atas, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/7/2026).

Selama hampir satu jam lebih, Dahlan bersama dua rekannya hanya bisa bertahan di atas rakit darurat yang mereka buat sendiri dari sisa-sisa material kapal yang hancur.Di tengah lautan lepas, mereka dihantam ombak besar, diterpa angin kencang, dan hanya bisa berharap ada kapal lain yang melintas melihat keberadaan mereka.

"Setelah kapal tenggelam, kami naik ke rakit seadanya. Saat itu kami sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Kami hanya bisa pasrah sambil berdoa semoga ada yang menemukan kami," kata Dahlan, Minggu.

Baca juga: Kapal Nelayan Entok Hilang Kontak di Perairan Kangean Sumenep, Bawa 20 ABK

Dihantam Ombak 30 Mil dari Daratan