WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wilayah timur Amerika Serikat (AS) tengah dilanda gelombang panas ekstrem menjelang libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli mendatang.

Sejumlah kota besar diperkirakan mencatatkan suhu tertinggi dalam sejarah, menyusul rangkaian gelombang panas yang lebih dulu melanda Eropa.Sebelumnya, Eropa telah mengalami dua gelombang panas mematikan yang memecahkan rekor suhu dalam hitungan minggu, dan gelombang panas ketiga diperkirakan kembali melanda kawasan itu pekan depan. Kini giliran AS yang merasakan dampak serupa, terutama di kawasan timur yang menghadapi lonjakan suhu disertai kelembapan tinggi.

Diperkirakan sekitar 150 juta orang di separuh wilayah timur AS, hampir separuh dari total populasi negara itu, berada dalam status peringatan panas.

Gelombang panas diperkirakan paling terasa di kawasan Mid-Atlantic dan Northeast, sebagaimana dilansir CNN, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Juni Membara, Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di Spanyol