JAKARTA, KOMPAS.com - Rektorat Universitas Bung Karno (UBK) mengungkapkan, hasil investigasi internal mereka menemukan bahwa Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Prasetyo Purbo Nurcahyo diduga menawarkan uang Rp 50 juta kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK nonaktif, Muhammad Abdimaludin, sebelum demo mahasiswa UBK di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada 15 Juni 2026.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, uang itu ditawarkan sebagai kompensasi agar Abdi mengalihkan lokasi demo mahasiswa UBK dari Istana Merdeka ke depan Gedung DPR.
"Memang Abdi tanggal 14 Juni (2026) siang itu dihubungi oleh aparat kepolisian dari Jakarta Pusat, Polres. Namanya itu menurut Abdi adalah Pak Prasetyo, itu Kasat Intel," ujar Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK, Eko Suryo S, dalam sesi wawancara khusus dengan Kompas.com di Kampus UBK, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).Baca juga: 107 Angkot Tua di Kota Bogor Resmi Berhenti Beroperasi, Sisa 1.673 Unit
Eko mengatakan, setelah dihubungi, Abdi bertemu dengan Prasetyo di wilayah Jakarta Pusat.
Dalam pertemuan itu, Prasetyo disebut meminta Abdi memindahkan lokasi demo dari Istana Merdeka ke Gedung DPR.






