TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim, Iran telah meminta pertemuan yang akan diadakan di Qatar pada Selasa (30/6/2026).

Padahal, Teheran sebelumnya membantah bahwa ada rencana pembicaraan teknis mengenai kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.Pengumuman itu disampaikan setelah AS-Iran sepakat untuk menghentikan serangan mereka yang telah menodai perjanjian damai.

"Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump di Truth Social, dikutip dari AFP.

Namun, ia menyebutkan siapa saja yang akan berpartisipasi.

Baca juga: Bukan Iran atau AS, China Dianggap Jadi Pemenang Krisis Selat Hormuz