Jakarta - Market OverviewIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (26/6) di zona negatif dengan penurunan 1,72% ke level 5.896,13. Meski mayoritas saham bergerak melemah, BBCA, BBRI, dan BHAT masih menjadi kontributor utama yang menahan penurunan indeks. Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari saham BREN, EMAS, dan BRMS.Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar Rp302,24 miliar di pasar reguler. Sementara jika dihitung di seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai Rp537,25 miliar.Pelemahan juga terlihat pada hampir seluruh sektor. Sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup di zona merah, dengan sektor basic industry mencatat koreksi terdalam sebesar 5,00%. Di sisi lain, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mampu mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,03%.

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Dow Jones turun tipis 0,09%, S&P 500 terkoreksi 0,05%, sementara Nasdaq melemah 0,24%.Menjelang pencatatan enam emiten baru pada awal Juli, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia cenderung melambat. Rata-rata volume transaksi mingguan turun 26,01%, sedangkan rata-rata nilai transaksi berkurang 29,13%. Kondisi tersebut turut diikuti pelemahan ETF Indonesia (EIDO) sebesar 0,59%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak relatif stabil dengan penurunan tipis 0,07%.Berita EmitenPT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK)PKPK mengumumkan rencana pengambilalihan PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) dari Resources Global Development Limited (RGD) dengan nilai transaksi mencapai Rp890 miliar.Transaksi tersebut meliputi pembelian 6.125 saham Seri A atau sekitar 50,52% dari seluruh saham Seri A DPAL. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat integrasi kegiatan usaha batu bara melalui sinergi antara anak usaha PT Tri Oetama Persada (TRIOP) dan armada logistik milik DPAL.Apabila transaksi terealisasi, total aset PKPK diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,28 triliun dari sebelumnya Rp627,92 miliar. Kenaikan itu didukung tambahan 67 armada kapal yang terdiri atas tug boat, barge, dan bulk carrier.Di sisi lain, liabilitas perseroan diproyeksikan naik menjadi Rp1,42 triliun. Peningkatan tersebut berasal dari pencatatan utang afiliasi sebesar Rp890 miliar kepada RGD dengan jatuh tempo 12 bulan, ditambah utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp 156,60 miliar. Secara teknikal, saham PKPK masih berada di atas rata-rata pergerakan EMA 21, sementara indikator stochastic bergerak naik.PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII)YOII berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) melalui penerbitan maksimal 684,94 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.Jika seluruh saham baru terserap, perseroan berpeluang memperoleh dana sekitar Rp68,49 miliar. Sekitar 90% dana akan digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran, termasuk distribusi platform dan promosi, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pengembangan aplikasi, infrastruktur data center, web hosting, keamanan sistem, serta penguatan sumber daya manusia.YOII menetapkan rasio HMETD sebesar 5:1. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 16,67%.Salah satu pemegang saham, Qoala Technology dengan kepemilikan 4,97%, menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya. Perusahaan tersebut juga akan menerima pengalihan HMETD dari Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 8–21 Juli.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)RAJA memutuskan membagikan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp40 per saham atau senilai Rp168,49 miliar. Dengan tambahan dividen interim Rp25 per saham yang telah dibayarkan pada Januari 2026, total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp65 per saham atau sekitar Rp274,76 miliar.Keputusan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025. Pendapatan tercatat naik 4,80% secara tahunan menjadi US$266,67 juta, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 6,61% menjadi US$27,24 juta.Pada penutupan perdagangan 26 Juni, saham RAJA berada di level Rp3.780 per saham. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 1 Juli, sementara pembayaran dividen direncanakan berlangsung pada 24 Juli.Rekomendasi Saham Hari IniSAME - Buy 394-398 | TP 404-410 | SL 376ICON - Buy 114-115 | TP 118-120 | SL 108TCPI - Buy 7325-7375 | TP 7500-7650 | SL 6900KLBF - Buy 775-785 | TP 795-805 | SL 740RGAS - Buy 206-210 | TP 214-218 | SL 19Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.