Penulis: Lucia Schulten/DW Indonesia

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/06). Di dalam negeri, popularitasnya ambruk. Namun di seberang Selat Inggris, dia meninggalkan jejak yang sulit diabaikan.Menanggapi pengunduran diri itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, keamanan Eropa dan Ukraina menjadi lebih kuat berkat Starmer.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Starmer untuk Ukraina, serta upayanya mempererat kembali hubungan antara Uni Eropa dan Inggris.

Di Eropa, Starmer terkenal atas dukungannya terhadap Ukraina, dalam perang melawan Rusia. Bersama Macron, dia memimpin kelompok "Koalisi Negara yang Bersedia".

Baca juga: Drama Politik Inggris: Starmer Mundur, Burnham Bersiap Naik