CARACAS, KOMPAS.com - Pada pukul 18.06 waktu Caracas, saya menerima sebuah pesan suara melalui WhatsApp dari saudari saya, Veronica. "Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa guncangannya," katanya.

Dia terdengar terengah-engah seolah-olah sedang berlari,dan suara ibu saya terdengar di latar belakang. Suaranya terlalu jauh untuk dapat dipahami maknanya."Semua barang di apartemen hancur. Guncangannya sangat kuat," ujar Veronica dengan napas yang memburu. "Kami sedang di rumah."

Tepat dua menit sebelumnya, badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) telah mencatat gempa bumi pertama di Venezuela dengan magnitudo 7,2. Kemudian, 39 detik setelahnya, terjadi guncangan susulan yang lebih dahsyat, berkekuatan M 7,5.

Baca juga: Korban Gempa Venezuela Capai 188 Orang, Upaya Penyelamatan Berjalan Lambat

Segera setelah selesai mendengarkan pesan suara tersebut, saya menghubungi Veronica melalui WhatsApp.