Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan kembali program bantuan pangan berupa telur ayam dan daging ayam karkas. Langkah ini sebagai upaya menjaga harga peternak unggas dengan mengintegrasikan penyerapan melalui program pemerintah.Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy mengatakan jenis program bantuan pangan telur dan ayam ini pernah dilaksanakan pada 2023 dan 2024. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) di Jakarta pada Rabu (24/6/2026) lalu."Jadi, yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. (Namun) saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam. Tahun 2027 (sudah) kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," kata Sarwo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengungkapkan adanya implikasi positif terhadap pelaksanaan bantuan pangan terdahulu. Respons itu datang dari kalangan peternak."Jadi, memang pernah yang kita lakukan dulu dengan bantuan pangan stunting. Itu dulu dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14 ribu ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," tutur Maino.Sebagai informasi, kala itu Bapanas menugaskan ID FOOD melalui Kementerian BUMN untuk menyalurkan bantuan pangan pengentasan stunting kepada 1,4 juta keluarga berupa 1 kilogram (kg) daging ayam dan 10 butir telur ayam. Alokasi bantuan diberikan untuk 3 bulan.Dalam pelaksanaan bantuan pangan tersebut pemerintah telah berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2024 tercatat telah terlaksana kemitraan dengan total sampai 8.778 peternak yang terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.Selain program bantuan pangan, Maino menjelaskan Bapanas juga akan mendorong penyerapan produk unggas melalui pelaksanaan GPM setiap minggunya. Meskipun tingkat serapan GPM tidak begitu besar, namun dengan implementasi secara rutin dapat pula memberikan dampak positif."Artinya, pola-pola yang dilakukan meski kecil-kecil, misalnya pasar murah, kita bersama seluruh dinas pangan Indonesia aktif melakukannya. Termasuk Bogor, itu hampir tiap minggu ada. Kabupaten Bogor itu setahun ada 500 kali GPM (Gerakan Pangan Murah) di seluruh kecamatan. Nanti kita dorong supaya bisa mengangkat harga peternak sedikit demi sedikit," tambah Maino.