Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan alasan kondisi di Indonesia tetap tenang ketika perang Amerika Serikat (AS) dan Iran berlangsung. Apa rahasianya?Bahlil bilang, pemerintah Indonesia bekerja keras untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap sektor energi nasional. Bahkan kata Bahlil, Presiden Prabowo Subianto tak mengenal hari libur dan terus mengontrol para menteri untuk memastikan ketersediaan energi."Orang selalu bertanya kepada saya, negara lain di dunia, di Asia Tenggara pusing ketika terjadi perang antara Palestina, Amerika, dan Iran. Kok di Indonesia tenang-tenang aja? Saya katakan untuk mereka, mungkin rakyatlah kewajiban pemerintah untuk menenangkan, tapi kami nggak tidur. Pak Presiden Prabowo itu mengontrol menterinya, tidak mengenal hari libur. Terutama kemarin waktu kondisi ketegangan geopolitik," ujar Bahlil di acara Indef, Kamis (25/6/2026).

Bahlil mengatakan meskipun Indonesia tidak mengimpor langsung BBM dari Timur Tengah, namun sekitar 20-25% kebutuhan minyak mentah nasional berasal dari kawasan tersebut. Pemerintah kemudian melakukan diversifikasi pasokan minyak mentah dari berbagai negara."Kami sudah punya feeling waktu itu. Segera kita melakukan diversifikasi, dan saya ambil dari Angola, kemudian dari beberapa negara di Afrika, untuk menutupi kebutuhan 20-25% crude kita dari Middle East. Makanya begitu terjadi ketegangan geopolitik di sana, kita nggak ada persoalan tentang crude," terang Bahlil.Bahlil melanjutkan, Indonesia mengimpor minyak mentah dari beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri."Sampai kemarin kita melakukan tanda tangan dengan Rusia, Amerika. Ibarat kata, dari negara mana aja gua ambil, karena negara kita kan negara bebas aktif. Nggak boleh ada satu negara untuk memaksa negara kita harus mengikuti cara mereka. Nggak boleh. Yang mana yang menguntungkan untuk kita, itu yang kita lakukan," sambungnya.Simak juga Video Prabowo soal Bahlil Dapat Tepuk Tangan Meriah: Apa Gara-gara BBM Tak Naik?