WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para politisi nasionalis sayap kanan Eropa yang sebelumnya menjadikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai inspirasi politik kini mulai menjaga jarak darinya.
Menurunnya popularitas Trump di Eropa, ditambah perbedaan pandangan terkait perang Iran, membuat sejumlah sekutu ideologisnya melihat kedekatan dengan presiden AS tersebut sebagai beban politik.Pada awal 2025, para pemimpin nasionalis Eropa berkumpul di Madrid dalam acara bertema "Make Europe Great Again". Mereka memuji konservatisme ala Trump dan menganggap diri mereka sebagai jembatan terbaik antara Eropa dan pemerintahan baru di Washington.
Baca juga: Trump Kirim Rubio ke Teluk, Yakinkan Sekutu soal Kesepakatan AS-Iran
Tokoh-tokoh seperti Marine Le Pen dari Perancis, Matteo Salvini dari Italia, dan Viktor Orban dari Hungaria kala itu secara terbuka menyambut kemenangan Trump dalam pemilu AS.
Namun, situasi tersebut kini berubah. Menurut laporan The Wall Street Journal, Selasa (23/6/2026), banyak politisi kanan Eropa tidak lagi ingin dikaitkan terlalu dekat dengan Trump karena rendahnya tingkat dukungan publik terhadap dirinya di berbagai negara Eropa.











