JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani mempertanyakan kebijakan mengikutsertakan 30.000 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

"Pertanyaan besar saya adalah mengapa kawan-kawan TNI ini, militer ini memasuki wilayah-wilayah, ruang-ruang sipil? Kalau untuk koperasi kenapa enggak diserahkan kepada masyarakat sipil?" kata Jaleswari ditemui wartawan usai peluncuran buku "Memoar Agus Widjojo: Militer Pemikir, Pemikir Militer" di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (22/6/2026).Baca juga: Pusat Rekrut 30.000 Manajer Koperasi, Pengurus di Pematangsiantar Khawatir Manajer Lama Tersingkir

Menurutnya urusan tata kelola koperasi sepatutnya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat sipil, mengingat sektor tersebut membutuhkan keahlian manajemen spesifik.

Calon pengelola koperasi perlu dilatih oleh sipil yang mengerti koperasi, bukan oleh tentara.

"Padahal untuk koperasi itu juga pengetahuan yang harus dimiliki dengan keahlian tertentu, manajemennya seperti apa," ujarnya.