PADANGSIDIMPUAN, KOMPAS.com - Keluarga Novia Rahmadhani Sihotang, calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, yang meninggal saat mengikuti pendidikan Latsarmil (Latihan Dasar Kemiliteran) program SPPI KDKMP di Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta, meminta agar musibah yang menimpa almarhum bisa jadi pembelajaran dan ada evaluasi.
"Kami dari keluarga juga sudah ikhlas atas kepergian adik kami, dan ini juga sudah menjadi ketentuan Allah," ujar Heri Sihotang, kakak kandung Novia Rahmadhani, saat ditemui, Kamis (24/6/2026).
Heri menyampaikan, atas musibah yang menimpa adiknya, sebagai calon manajer SPPI KDKMP, yang sudah lulus dan diwajibkan untuk mengikuti Latsarmil ini, meminta kepada pemerintah, agar kejadian ini menjadi pembelajaran.Baca juga: Cerita Keluarga Novia, Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Meninggal saat Latsarmil: Berangkat Keadaannya Baik
"Kami meminta, atas kejadian yang menimpa adik kami ini, bisa menjadi pembelajaran, evaluasi, dan tidak ada berita yang simpang simpang siur," jelasnya.
Heri berharap, atas kejadian itu ada bentuk tanggung jawab moral dari penyelenggara juga dari Presiden RI Prabowo Subianto.











