Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengaku mengalami tekanan baru menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate. Saat ini BI rate berada pad level 5,75%, suku bunga deposit facility 4,75%, dan suku bunga lending facility sebesar 6,50%.Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan kenaikan BI-Rate menjadi beban tambahan bagi pengusaha. Pasalnya, kebijakan tersebut diambil saat nilai tukar rupiah sudah melemah cukup dalam."Jadi beban kita jadi dua, ya kan. Rupiahnya sudah terlanjur kepleset, ya kan, suku bunganya juga naik. Ya, mestinya kan BI-Rate-nya sudah disesuaikan beberapa waktu yang lalu, sehingga rupiah tuh nggak terlanjur kepleset," ujar Bob kepada wartawan di kantor APINDO, Selasa (23/6/2026).
Namun begitu, Bob memaklumi langkah pemerintah menaikkan suku bunga untuk menguatkan nilai tukar rupiah. Menurutnya, kenaikan BI-Rate ini dikhawatirkan akan menggerus permintaan dan modal kerja bagi pelaku usaha menengah kecil."Apalagi di waktu yang sama pemerintah lagi mengintensifkan perpajakan. Ya, tambah berat lagi lah, ya kan. Nah, jadi kita berharap satu aja gitu loh. kalau kita lakukan penyesuaian suku bunga, ya sudah. Jangan sampai dunia usaha kayak diserang dari banyak aspek. Padahal kita butuh pembalikan ekonomi dengan tumbuhnya dunia usaha," tegasnya.Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah mempertahankan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM). Namun begitu, Bob tak menampik kebijakan pemerintah menaikkan BBM non-subsidi memberi kejutan kepada dunia usaha. Pasalnya negara lain menaikkan harga BBM secara bertahap, sementara Indonesia langsung mengerek harga hingga 30%."Negara lain gradually gitu loh, ya kan. Nah, ini jadi pelajaran juga bagi kita nih ke depannya, mana yang lebih baik kita tahan atau setiap apa? Menurut saya sih lebih bagus kita punya fix subsidi gitu loh, fix amount subsidi. Sehingga nanti harga pasar bisa disesuaikan gitu. Tapi kalau kita tahan, kemudian kita lepas, naik 30%, nah itu yang bikin shocking dunia usaha," pungkasnya.







