Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya telah bertindak tegas terhadap perilaku usaha ilegal yang dapat membuat negara rugi. Khususnya di sektor pengelolaan sumber daya alam, macam perkebunan hingga pertambangan.Misalnya, kata Prabowo, pemerintahannya telah merebut kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang dinilai melanggar hukum. Kemudian pemerintah juga telah berhasil menutup ratusan tambang-tambang ilegal.Hal ini dipamerkan Prabowo di depan ulama dan simpatisan Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Jawa Timur seperti yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).

"Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, yang tidak sesuai peraturan, yang bisa kebun di hutan lindung, yang memalsukan laporan dan kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin. Jadi dianggap seolah-olah tidak ada negara," ujar Prabowo.Bahkan Prabowo bilang ada satu tambang yang dijalankan selama delapan tahun tanpa izin. Namun pihak yang menjalankan tambang tersebut masih bisa hidup dengan tenang."Dan ada tambang-tambang yang tiap bulan keluar ratusan miliar rupiah, tiap bulan emas, perak, logam-logam yang sangat mahal," jelas Prabowo.Prabowo menyebutkan hingga hari ini praktik penyelundupan masih terjadi. Padahal kata Prabowo, berbagai langkah penindakan telah dilakukan dengan menggunakan aparat penegak hukum hingga menerjunkan ribuan prajurit."Sudah kita kerahkan angkatan laut, bea cukai, sudah kita kerahkan ribuan prajurit masih saja. Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar dan luas dan sangat sangat kaya," kata Prabowo."Karena itu kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia," tegasnya menekankan.