YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Unggahan perihal ajudan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta yang tidak diperkenankan masuk oleh panitia event Mandiri Jogja Marathon (MJM) yang diselenggarakan di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, ramai di media sosial.
Ajudan tersebut tidak diperkenankan masuk lantaran tidak menggunakan BIB (Body Identification Number) atau nomor dada pada event lari dan sempat terjadi percekcokan.
Lantas, apa yang terjadi sebenarnya?Penjelasan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta
Kapenrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Inf Suwito mengatakan bahwa video viral terkait peristiwa tersebut sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
“Terjadi kesalahpahaman saja, sudah bertemu dan saling memaafkan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/6/2026).












