DAYA Anagata Nusantara (Danantara), sebuah kreasi konstitusional untuk Soverignt Wealth Fund (SWF) khas Indonesia, demi ambisi berdimensi tunggal; selain sebagai cara kapitalisasi kekayaan negara, juga menjadi lokomotif pemerintah memasuki perlombaan kompleks setiap negara memaksimalkan penguasaan sumber-sumber daya yang terus menipis, demi memakmurkan rakyat.

Kemakmuran rakyat sebagai hukum tertinggi bagi sebuah republik, begitu menurut Markus Tulius Cicero, negarawan dan filosof besar Repulik Romawi dan Carl J. Frederick, ilmuan hukum Jerman.

Danantara jelas terlalu penting bila dikelola semau bos-bosnya. Memikul visi dan misi seketat itu, Danantara tidak hanya harus produktif di tengah lingkungan ekonomi yang saling menerkam, tetapi harus rasional mendekatkan kemakmuran kepada rakyat.Danantara, dalam konteks itu, akan terlihat salah kaprah untuk hanya menenggelamkan aksinya di pasar modal, dan bisnis-bisnis kapitalistik.

Soalnya adalah tampilan institusional apapun disepanjang sejarah selalu bergantung pada level kapasitas pemimpinnya. Inilah masalahnya.

Lembaga Pemerintah