BURGENSTOCK, KOMPAS.com - Delegasi Iran walk out atau meninggalkan tempat perundingan dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Teheran karena dukungannya terhadap Hizbullah.
Negosiasi ini dimaksudkan untuk memulai periode 60 hari penyelesaian isu-isu lebih luas yang telah menghantui hubungan AS-Iran selama beberapa dekade.Namun, perbedaan pendapat mengenai poin-poin penting yang menjadi kendala dan ancaman pertempuran yang kembali terjadi di Lebanon membebani perundingan.
Baca juga: Kesal Iran Terus Dukung Hizbullah, Trump Lempar Ancaman Baru
Baik Washington maupun Teheran, keduanya saling melontarkan ancaman bersamaan dengan negosiasi.
"Delegasi Republik Islam Iran, setelah bertemu dengan delegasi Qatar sebagai salah satu pihak mediator, meninggalkan gedung tempat negosiasi berlangsung," kata kantor berita Iran IRNA, dikutip dari AFP, Minggu (21/6/2026).







