JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan tertekan pada pekan depan dan berpotensi melemah hingga menembus level Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS).Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak melemah terhadap dollar AS seiring penguatan indeks dollar AS yang diperkirakan menguat ke level 101,7.Ibrahim memperkirkaan, pada Senin (22/6/2026) rupiah diperkirakan akan melemah di kisaran Rp 17.800- Rp 17.850 sedangkan selama sepekan ke depan akan berada di kisaran Rp 17.600-Rp 18.000 per dollar AS."Untuk rupiah sendiri, resistancenya dalam minggu depan di Rp 17.600 sampai di Rp 18.000 ya," ujarnya kepada media, Minggu (21/6/2026).Ibrahim menjelaskan, penguatan dollar AS dipicu sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, hingga arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve) di bawah kepemimpinan Kevin Walsh.Dari sisi geopolitik, meski AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman tahap pertama yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan sanksi ekonomi, ketegangan di Timur Tengah dinilai belum sepenuhnya mereda.
Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Pekan Depan, Ini Pemicunya
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak melemah terhadap dollar AS seiring penguatan indeks dollar AS.








