Padang - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports saat ini sedang melakukan beautifikasi dan revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Program ini dilakukan untuk meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono mengatakan program beautifikasi mencakup berbagai aspek mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal. Perubahan diharapkan semakin memperkuat identitas Sumatera Barat. "Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Barat," kata Dony di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Jumat (19/6/2026).Program revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Foto: Anisa Indraini/detikcomBiaya revitalisasi terminal penumpang sekitar Rp 693 miliar, terdiri dari Rp 553 miliar yang sudah disepakati dalam perjanjian dan khusus beautifikasi Rp 140 miliar belum dilelang. Sumber pendanaan berasal dari internal perusahaan.

"Anggarannya itu di adendum 8 sudah Rp 553 miliar, tetapi ini sedang dalam tahap pendampingan oleh kejaksaan. Untuk beautifikasi saja Rp 140 miliar belum dilelang," jelas Dony.Program beautifikasi Bandara Internasional Minangkabau mencakup empat fokus utama. Pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern di mana dilakukan transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.Program revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Foto: Anisa Indraini/detikcomKedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet untuk memenuhi standar global serta ramah disabilitas.Ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas dan bebas hambatan (seamless). Keempat, tersedianya area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis sehingga membawa nuansa asri, sejuk dan menenangkan bagi penumpang pesawat."Insyaallah di triwulan I-2027 sudah selesai (beautifikasi dan revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau)," ucap Dony.Seluruh tahapan beautifikasi dikelola secara ketat sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan maupun kenyamanan penumpang. Area kerja fisik disekat dengan rapi dan pengerjaan berat dilakukan pada saat low hour (jam sepi penerbangan) atau malam hari.Dengan wajah baru, Bandara Internasional Minangkabau nantinya dapat menampung sekitar 5,7 juta penumpang/tahun. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya 2,7 juta penumpang/tahun. "Kalau dilihat dari rencana induk bandara ini nanti akan ada tambahan pembangunan hotel. Di tatanya itu tergantung dari jumlah traffic yang terjadi. Dengan ultimate-nya nanti di situ ada dua hotel, kemudian ada golf course di tahun 2036, insya Allah," ungkap Dony.