WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengambil risiko besar dengan menjadi wajah utama upaya perdamaian AS-Iran.
Langkah itu awalnya bisa menjadi pencapaian politik besar bagi Vance, tetapi kini justru berubah menjadi taruhan yang dapat memengaruhi masa depannya, termasuk ambisinya jika maju dalam Pilpres AS 2028.Menurut laporan CNN, Vance disebut telah berusaha mendorong jalur diplomasi dengan Iran sejak sebelum perang dimulai pada 28 Februari.
Baca juga: Tak Biasa, AS Bela Iran, Sebut Teheran Boleh Punya Rudal untuk Pertahanan
Ia bahkan sempat bertemu Menteri Luar Negeri Oman pada 27 Februari dalam upaya mencegah perang, sebelum Presiden Donald Trump melancarkan serangan terhadap kepemimpinan Iran sehari setelahnya.
Pada tahap awal perang, Vance tetap terlibat dalam komunikasi belakang layar untuk mencari jalan menuju penyelesaian melalui negosiasi.













