KOMPAS.com - Aliansi mahasiswa yang menamakan diri sebagai BEM Bersatu tengah menjadi sorotan warganet di media sosial.

Organisasi tersebut muncul secara tiba-tiba di tengah aksi mahasiswa belakangan ini dan menggelar konferensi pers pada Selasa (16/6/2026).Dalam konferensi persnya, juru bicara Aliansi BEM Bersatu, Rahmad Djimbula menilai bahwa gerakan mahasiswa belakangan ini telah kehilangan arah sehingga dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

"Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan," ucapnya, dikutip dari KompasTV.

Aliansi BEM Bersatu juga membawa tuntutan yang berbeda dengan aksi mahasiswa pekan lalu.Jika pada aksi sebelumnya para mahasiswa meminta penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), aliansi BEM Bersatu justru mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran.

Lantas, siapa sebenarnya BEM Bersatu ini?