JAKARTA, KOMPAS.com - Dominasi dollar Amerika Serikat (AS) dalam utang luar negeri (ULN) Indonesia memang belum tergoyahkan. Namun, dalam satu dekade terakhir, ada satu mata uang yang menunjukkan kenaikan paling pesat, yakni yuan China.
Data Bank Indonesia (BI) dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Juni 2026 menunjukkan, posisi ULN Indonesia yang berdenominasi yuan China (CNY) terus meningkat dari tahun ke tahun.Pada 2013, nilai ULN dalam yuan tercatat hanya 476 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,45 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.763 per dollar AS.
Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia untuk Apa Saja? Ternyata Mengalir ke Sektor Ini
PIXABAY/MOERSCHY Ilustrasi mata uang yuan China.
Angka itu kemudian naik menjadi 1,54 miliar dollar AS atau sekitar Rp 27,3 triliun pada 2018 dan terus meningkat menjadi 4,53 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80,5 triliun pada 2022.






