JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat dari 433,4 miliar dollar AS pada triwulan I 2026 menjadi 439,8 miliar dollar AS pada April 2026.
Dengan asumsi kurs Rp 17.700 per dollar AS, posisi ULN Indonesia bertambah sekitar Rp 113 triliun, dari sekitar Rp 7.671 triliun pada triwulan I 2026 menjadi sekitar Rp 7.784 triliun pada April 2026.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, secara tahunan pertumbuhan ULN Indonesia pada April 2026 mencapai 1,9 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang sebesar 0,8 persen."Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut," ujar Ramdan dalam keterangannya dilansir Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Purbaya Janji Jaga Defisit dan Utang Tetap Aman di RAPBN 2027
Dari sisi pemerintah, posisi ULN tercatat naik dari 214,7 miliar dollar AS pada triwulan I 2026 menjadi 216,4 miliar dollar AS pada April 2026.








