Jakarta - Beberapa media melaporkan bahwa sumber anonim dari Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) membocorkan informasi internal yang menyebut Pentagon telah menaikkan Israel ke kategori ancaman kontraintelijen tertinggi. Perubahan itu dilaporkan dilakukan karena Israel secara signifikan memperluas kegiatan spionase terhadap Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS membantah laporan tersebut, sementara Israel menyebutnya "sepenuhnya tidak benar."Laporan ini menimbulkan kehebohan di Washington, yang menganggap Israel tetap menjadi salah satu mitra terdekat AS, sekaligus menyoroti masalah yang sudah berlangsung selama beberapa dekade: saling tidak percaya soal kegiatan intelijen yang dilakukan oleh negara-negara sekutu strategis.Ketidakpercayaan yang sudah lama adaDi Jerman, berita ini mengingatkan pada pernyataan Kanselir Angela Merkel pada 2013, setelah terungkap bahwa Badan Keamanan Nasional AS (NSA) menyadap ponselnya. "Memata-matai teman tidak pernah bisa diterima," kata Merkel saat itu. Namun tidak lama setelah itu, terungkap pula bahwa dinas intelijen luar negeri Jerman, BND, juga memata-matai negara-negara sekutu, pemerintah, dan lembaga-lembaga internasional selama beberapa dekade.