Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengusulkan tambahan anggaran Rp 30 triliun untuk tahun anggaran 2027. Pagu indikatif yang diterima Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun anggaran 2027 sebesar Rp 15,63 triliun."Pagu indikatif KKP TA 2027 adalah sebesar Rp 15,63 triliun," ujar Trenggono dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).Trenggono menjelaskan alokasi dari pagu indikatif anggaran tersebut digunakan untuk pemenuhan belanja pegawai dan belanja operasional sebesar Rp 2,92 triliun atau 18,69%dari total pagu indikatif. Sementara, sebanyak Rp 12,71 triliun digunakan untuk pemenuhan belanja program kerja prioritas nasional direktif Presiden dan belanja program prioritas yang mendukung implementasi ekonomi biru, serta belanja tugas fungsi dan pelayanan publik.

Untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan, pertumbuhan ekonomi nasional, serta mengakomodasi seluruh target pemenuhan program prioritas, Trenggono mengusulkan tambahan anggaran Rp 30 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 600 lokasi yang membutuhkan anggaran Rp 9,45 triliun. Dengan begitu, target pembangunan 1.000 KNMP pada 2027 dapat tercapai."Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan anggaran belanja tambahan TA 2027 sebesar Rp 30 triliun," terang Trenggono.Lalu, usulan anggaran ini juga akan digunakan untuk revitalisasi tambak nila salin sebesar Rp 5,4 triliun sehingga proses konstruksi 5.500 hektare tambak bisa terlaksana pada 2027. Tak hanya itu, anggaran itu juga dipakai untuk program budidaya ikan darat tematik di 9.000 lokasi yang membutuhkan dana Rp 8,8 triliun sehingga target 10.000 lokasi pada tahun 2027 dapat terlaksana."Pemenuhan sertifikasi awak kapal, dan operasionalisasi kapal ikan sebesar Rp 9 miliar, pembangunan dan operasionalisasi kawasan sentra industri garam, seluas 2.000 hektare sebesar Rp 965 miliar, modeling dan replikasi tambak udang terintegrasi seluas 2.000 hektare Rp 1,3 triliun, rekonstruksi dan rehabilitasi bencana Sumatera di tiga provinsi sebesar Rp 1,44 triliun," tambah Trenggono.Selain itu, tambahan anggaran juga untuk program pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan mendukung pengentasan kemiskinan yang dialokasikan Rp 1 triliun rupiah, operasional pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan sebesar Rp 857 miliar, serta belanja tugas dan fungsi dan peningkatan pelayanan publik sebesar Rp 573 miliar.Simak juga Video: Cak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0% Lewat Kopdes