JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito mengungkapkan, BPJS Kesehatan mengalami defisit sebesar Rp 2 triliun setiap bulannya.
Prihati menyebutkan, nilai uang pembayaran yang dikeluarkan BPJS melebihi jumlah iuran yang masuk setiap bulannya."Kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun," ujar Prihati dalam rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Menkes Sentil Orang Kaya Ingin Dapat Servis BPJS Kesehatan Lebih Baik dari yang Miskin
Prihati mengeklaim, BPJS Kesehatan masih memiliki cadangan uang untuk pembayaran klaim rumah sakit sampai awal 2027.
Namun, ia mewanti-wanti bahwa BPJS Kesehatan terancam gagal bayar apabila tidak ada perubahan hingga Juli 2027 tahun depan.











