Manila -

Otoritas Filipina melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi dengan Magnitudo (M) 7,8 bertambah menjadi sedikitnya 41 orang. Sekitar empat orang lainnya dilaporkan masih hilang.Gempa dahsyat yang mengguncang area lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, pada Senin (8/6) pagi, sekitar pukul 07.37 waktu setempat itu, menurut laporan media lokal Philstar, menyebabkan kerusakan luas di beberapa area Mindanao.Gempa ini merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air, serta memicu tanah longsor di beberapa area. Gempa ini juga sempat memicu peringatan tsunami.

Ribuan orang, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026), masih mengungsi dari rumah-rumah mereka. Hingga Selasa (9/6) pagi, jumlah korban tewas berdasarkan sumber-sumber provinsi setempat, yang dihubungi oleh AFP, mencapai sedikitnya 41 orang. Wakil juru bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Mariano, mengatakan bahwa sebagian besar kematian tercatat di wilayah Soccsksargen, termasuk di Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan. Korban tewas juga tercatat di wilayah Davao.Sebagian besar korban, sebut juru bica OCD Junie Castillo, tewas akibat reruntuhan bangunan dan struktur yang runtuh selama gempa mengguncang.Otoritas setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, melaporkan setidaknya 479 orang mengalami luka-luka, dengan sebagian besar atau sebanyak 456 korban luka di antaranya ada di wilayah Davao.