Jakarta -
Korban jiwa akibat gempa bumi dengan Magnitudo (M) 7,7 di Mindanao, Filipina selatan telah bertambah menjadi tiga orang. Gempa ini memicu peringatan tsunami di seluruh wilayah tersebut.Otoritas Filipina mendesak warga di wilayah pesisir yang terdampak untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa lepas pantai tersebut melanda General Santos City, sebuah kota di Filipina selatan dengan sekitar 720.000 penduduk.Serangkaian gempa susulan yang kuat mengguncang daerah tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Video yang diunggah ke media sosial dan diverifikasi oleh AFP menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan dengan restoran cepat saji Jollibee di General Santos City hancur menjadi puing-puing. Sementara sebuah gedung sekolah yang menurut pejabat tidak berpenghuni, ambruk di lokasi lain. "Ya Tuhan, ini benar-benar runtuh! ... Gedung ini benar-benar runtuh!" terdengar seseorang berteriak saat gedung sekolah roboh, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026).Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan dalam sebuah pemberitahuan bahwa gelombang tsunami mungkin terjadi "dalam tiga jam ke depan" di sepanjang pantai Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.Mayor Polisi Roland Catoburan mengatakan kepada AFP, bahwa dua orang tewas tertimpa tembok yang runtuh di Alabel, sebuah kota dekat General Santos City.Secara terpisah, Sersan Kepala Robert Dagon dari kepolisian General Santos City mengkonfirmasi satu lagi kematian dan empat korban luka-luka."Banyak bangunan yang terdampak, tetapi saya tidak dapat menyebutkannya sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung," kata Dagon.Presiden Filipina Ferdinand Marcos memerintahkan penghentian kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak di pulau Mindanao, dan menyerukan kepada warga di daerah pesisir untuk segera mengungsi.














