New York -

Otoritas Palestina meminta Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan aneksasi atau pencaplokan yang dilakukan oleh Israel terhadap wilayah-wilayahnya.Presiden AS Donald Trump diyakini mampu untuk menghentikan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan pencaplokan tersebut."Saya mengetahui bahwa Presiden Trump mampu, dan dia memiliki sarana untuk menghentikan Netanyahu, agar seluruh kawasan tidak terus berada dalam kekacauan...dan untuk bergerak ke arah perdamaian dan keadilan, itulah sebabnya sebagian besar dari kita bekerja sama dengan mereka," kata Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour kepada pers, seperti dilansir AFP, Jumat (5/6/2026). "Kita mengetahui bahwa dia mengatakan kepada Netanyahu, termasuk baru-baru ini, untuk menghentikan omong kosong di Lebanon, menghentikan kegilaan ini. Anda tahu Anda tidak diizinkan untuk mencaplok tanah tersebut," ujarnya, dikelilingi oleh rekan-rekannya dari negara-negara Arab dan Muslim. Blok geopolitik PBB, Arab Group, bergabung dengan Mansour dalam menyatakan "kekhawatiran mendalam" dan solidaritas regional terhadap agresi pemukim Israel dan kekerasan militer Tel Aviv yang "meningkat pesat" terhadap Palestina."Israel terus menerapkan kebijakan yang sama dengan aneksasi yang dipercepat dan perlucutan sistematis hak-hak Palestina," kata Duta Besar Arab Saudi, Abdulaziz Alwasil, atas nama blok tersebut.