JAKAARTA, KOMPAS.com - Kemacetan yang masih terjadi di Jakarta dinilai bukan disebabkan kurangnya transportasi publik.

Pengamat transportasi Deddy Herlambang justru menilai persoalan utama ibu kota saat ini adalah masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi baik mobil maupun mootor, meski layanan angkutan massal terus berkembang."Karena kurang balance antara kebijakan push dan pull transport demand management (TDM), push atau menekan penggunaan kendaraan pribadi masih belum maksimal," ujar Deddy kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Jakarta Terjebak Warisan Belanda, Transportasi Umum Sulit Jadi Pilihan Utama

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta terus menambah pilihan transportasi publik.

MRT mencatat pertumbuhan pengguna, Transjakarta membukukan rekor penumpang, sementara layanan LRT Jakarta, KRL, dan Mikrotrans juga terus berkembang.