JAKARTA, KOMPAS.com – Jaringan transportasi publik di Jakarta terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
MRT bertambah penumpang, Transjakarta mencetak rekor pengguna, sementara layanan LRT, KRL, dan Mikrotrans terus diperluas.Namun, di tengah peningkatan penggunaan angkutan umum tersebut, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama banyak warga.
Pengamat menilai kondisi ini tidak lepas dari persoalan mendasar yang telah diwariskan sejak lama, yakni tata kota Jakarta yang belum dirancang untuk mendukung mobilitas berbasis transportasi massal.
Baca juga: Jakarta Makin Banyak Transportasi Publik, Tapi Kenapa Jalan Tetap Macet?
Warisan tata kota











