Penulis: Timothy Rooks/DW Indonesia

RIYADH, KOMPAS.com - Pengaruh kelompok negara produsen minyak, OPEC, melemah akibat perpecahan internal, lonjakan produksi minyak serpih Amerika Serikat (AS), dan keluarnya Uni Emirat Arab .Di tengah situasi itu, Arab Saudi justru makin dekat dengan Rusia, negara produsen minyak non-OPEC terbesar kedua di dunia.

Rusia dan Arab Saudi masing-masing memproduksi sekitar 9 hingga 10 juta barel minyak per hari. Jika digabungkan, keduanya menyumbang lebih dari 20 persen total produksi minyak dunia.

Dengan posisi sebesar itu, Riyadh dan Moskow punya pengaruh besar terhadap suplai minyak global.

Terlebih, penjualan minyak Rusia tetap tinggi meski menghadapi sanksi Barat dan pembatasan harga minyak setelah perang di Ukraina, serta ada gangguan akibat blokade Selat Hormuz.