DI TENGAH kecamuk perang Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum mereda sepenuhnya, Rusia meningkatkan tensi konfliknya terhadap Ukraina dengan mengirimkan ratusan drone dan rudal, termasuk rudal balistik dalam beberapa hari terakhir.

Merujuk berita AFP dan Reuters, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia mengerahkan lebih dari 600 drone dan 73 rudal ke arah Ukraina yang mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas dan 100 orang lainnya mengalami luka-luka.Meskipun mayoritas drone dan rudal tersebut berhasil ditembak jatuh oleh militer Ukraina, tak pelak serangan ini menjadi penanda bahwa asa perdamaian di antara dua negara serumpun ini masih jauh dari kata perdamaian.

Jauh sebelum serangan akbar Rusia ke Ukraina ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan perdamaian kedua negara.

Perang berlarut antara AS dan Iran sejak Februari lalu secara tidak langsung membuat atensi AS selaku mediator konflik Rusia-Ukraina menjadi berkurang, bahkan hilang sama sekali.

Baca juga: BGN Setelah Dadan Dicopot: Dari Ekspansi Cepat ke Disiplin Publik