PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam keras pernyataan pejabat militer Amerika Serikat (AS) yang menyebut Korea Selatan sebagai belati di jantung Asia.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Xavier Brunson yang menjabat sebagai Komandan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komando Pasukan Gabungan Korea Selatan-AS, dan Pasukan AS di Korea Selatan (USFK). Pyongyang menilai, pernyataan itu mencerminkan strategi Washington untuk mengepung China, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Tanpa China, Bisakah Ekonomi Korea Utara Bertahan?
Kecaman tersebut muncul di tengah spekulasi yang kian menguat bahwa Washington tengah berupaya memperluas peran USFK dalam mengimbangi pengaruh China.
Melalui kantor berita resmi Korea Utara KCNA, analis Kim Myong Chol menyebut AS sebagai pemimpin pengganggu perdamaian dan kekaisaran perang terburuk di dunia.











