KOMPAS.com - Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin hari semakin pintar. Namun, di balik kepintaran itu, AI memiliki kisah tragis, terutama untuk pekerja. Biaya pengembangan AI yang harus dikeluarkan perusahaan tidak murah dan pekerja yang harus menanggungnya.
Belakangan ini, banyak perusahaan memilih memecat karyawannya supaya bisa mengalihkan sumber daya ke investasi AI, baik untuk mengembangkan sebuah program AI yang cerdas maupun untuk membangun infrastrukturnya seperti pusat data.Baca juga: Di Tengah PHK Massal, Paus Leo XIV Kritik Ambisi Perusahaan Mendominasi AI
Biaya tinggi investasi AI
Biaya investasi AI yang dikeluarkan perusahaan bisa mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Ada beberapa perusahaan teknologi yang diketahui nilai investasinya pada pengembangan AI.
Misalnya, Amazon mengeluarkan investasi senilai sekitar Rp 211 triliun di Australia pada pertengahan Juni 2025 untuk membangun pusat data AI.











