KOMPAS.com - Bagaimana seseorang bisa bertahan hidup melewati dua perang dunia, pandemi flu 1918, Perang Saudara Spanyol, hingga lolos dari jeratan Covid-19, dan tetap hidup sehat sampai usia 117 tahun?

Pertanyaan mengenai rahasia panjang umur dan penuaan sehat tersebut akhirnya terjawab lewat sebuah studi komprehensif terbaru terhadap Maria Branyas.

Wanita Spanyol yang memegang rekor sebagai orang tertua di dunia yang terverifikasi ini meninggal dunia pada tahun 2024 di usia 117 tahun 168 hari.Kini, para ilmuwan berhasil membedah kondisi biologi Maria Branyas secara luar biasa detail. Hasil penelitian ini mematahkan anggapan lama bahwa usia tua ekstrem selalu berjalan beriringan dengan kondisi kesehatan yang memburuk.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Manel Esteller, Kepala Grup Epigenetika Kanker dari Josep Carreras Leukemia Research Institute, mempublikasikan hasil kajian tersebut dalam jurnal ilmiah Cell Reports Medicine (September 2025).

Studi bertajuk "The multiomics blueprint of the individual with the most extreme lifespan" ini disebut sebagai cetak biru multiomik paling lengkap yang pernah dilakukan pada seorang supercentenarian (orang yang hidup melebihi usia 110 tahun), dilansir dari Scitech Daily, Sabtu (30/5/2026).