BEIJING, KOMPAS.com - China dikabarkan telah meluncurkan sejumlah embrio ke stasiun luar angkasa Tiangong, stasiun orbital berawak yang beroperasi di orbit Bumi rendah sejak 2021.

Ini menandai eksperimen pertama yang dirancang untuk meneliti bagaimana tahap awal perkembangan manusia dipengaruhi oleh lingkungan mikrogravitasi.Eksperimen ini muncul saat China dan Amerika Serikat sama-sama mempercepat rencana aktivitas manusia berkelanjutan di luar Bumi, termasuk pangkalan bulan di masa depan dan hunian luar angkasa jangka panjang.

Dilansir Newsweek, Kamis (28/5/2026), para peneliti China mengatakan studi ini dirancang untuk lebih memahami bagaimana sel manusia dan sistem perkembangan awal berperilaku di luar angkasa.

Informasi ini disebut dapat menjadi sangat penting jika nantinya para astronaut dapat hidup dalam jangka waktu lama di bulan atau Mars.

Baca juga: Saingi AS, China Akan Kirim Tiga Astronot ke Luar Angkasa