TEHERAN, KOMPAS.com - Ketua Parlemen dan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat (AS) kecuali jika hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin.

Dalam sesi parlemen virtual yang diadakan Minggu (31/5/2026) pagi, dia menambahkan tidak percaya dengan janji ‘musuh’ dan hanya menerima hasil nyata.Baca juga: Trump Ajukan Proposal Keras, Sebut Iran Tak Akan Kembangkan Senjata Nuklir

“Tidak ada kepercayaan pada kata-kata dan janji musuh,” kata Ghalibaf setelah mengucapkan sumpah sebagai ketua parlemen yang terpilih kembali, dilansir Al Jazeera, Minggu.

“Satu-satunya tolok ukur kami adalah mencapai hasil nyata sebelum kami memenuhi komitmen kami sebagai imbalannya,” sambungnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Washington telah mengirimkan proposal perdamaian yang lebih keras kepada Iran.