KOMPAS.com - Kapal-kapal berhasil melewati Selat Hormuz menggunakan trik khusus yang dikombinasikan dengan bantuan militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan Wall Street Journal, Jumat (29/5/2026).

Beberapa minggu terakhir, sejumlah kapal melintasi penyeberangan di jalur berbahaya tersebut. Di antaranya adalah kapal tanker terbesar yang memuat minyak dan gas alam cair.Beberapa kapal berlayar secara "dark (gelap)," istilah di industri pelayaran ketika kapal mematikan lampu dan berlayar tanpa suar navigasi atau Sistem Identifikasi Otomatis (AIS).

Baca juga: Iran Beri China-Rusia Hak Istimewa di Selat Hormuz, Dapat Perlakuan Khusus

Dengan mematikan layanan tersebut, membuat kapal lebih sulit dideteksi secara elektronik dan kurang rentan terhadap serangan Iran.

Sebagian kecil penyeberangan melewati bagian Teluk yang telah dibersihkan AS awal bulan ini sebagai bagian dari "Proyek Kebebasan".