Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari menyebutkan Presiden Prabowo Subianto merupakan figur Presiden yang unik di kancah internasional. Hal ini karena ia bisa mempunyai hubungan baik dengan para pemimpin negara-negara besar yang selama ini menjadi kekuatan utama dunia.Qodari menyebutkan Prabowo memiliki kedekatan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Presiden China Xi Jinping."Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya. Beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari AS, maupun dengan Xi Jinping dari RRC," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Ia bilang kedekatan Prabowo dengan pemimpin-pemimpin dunia ini menjadi modal penting bagi pemerintah Indonesia di tengah kondisi geopolitik yang kian memanas."Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan," ujarnya.Awalnya, Qodari menjelaskan soal isu Prabowo tak jadi ke Italia usai kunjungan kerja dari Prancis. Ia bilang bahwa kunjungan kerja tersebut memang tidak ada dalam jadwal."Terkait dengan isu presiden ke negara lain selain Prancis. Yang pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis," ujarnya.Qodari menyampaikan, apabila dalam perjalanan terdapat rencana tambahan ke negara lain, hal tersebut masih sebatas rencana hingga diumumkan secara resmi oleh pemerintah."Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnyaLebih lanjut, Qodari menjelaskan tujuan dari Prabowo ke Prancis adalah balasan dari kunjungan Macron sebagai state visit Indonesia pada tahun sebelumnya sebagai wujud kerjasama antar negara di bidang pertahanan, pendidikan, dan juga energi."Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antar negara," katanya.