GAZA CITY, KOMPAS.com - Kekerasan, kehancuran, dan kematian di Gaza membuat sejumlah anak merespons penderitaan yang luar biasa itu dengan diam.
Salah satunya adalah Adam. Sebelum perang terjadi, Adam adalah anak yang ceria dan banyak bicara. Namun saat usianya menginjak lima tahun, dia mendadak berhenti berinteraksi dengan dunia."Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma," kata psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, ke BBC Mundo.
Baca juga: Ingkari Gencatan Senjata, Netanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70 Persen Gaza
"Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah."
Katrin telah melakukan dua misi kemanusiaan ke Gaza pada 2024 dan 2025 bersama Medecins Sans Frontieres (MSF), untuk melayani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik.






