BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah mau diperlakukan sebagai "negara kecil" oleh Washington.

Reaksi keras ini dipicu oleh keputusan Amerika Serikat yang menetapkan dua geng kriminal terbesar di Brasil, Komando Ibu Kota Pertama (PCC) dan Komando Merah (Comando Vermelho) sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Brasil Ketiban Untung dari Perang Iran, China dan India Berebut Minyak

Lula mengaku sangat sedih dan geram atas keputusan tersebut.

"Menteri AS yang bernama Marco Rubio mengatakan bahwa para penjahat kita di sini adalah teroris dan AS dapat campur tangan," kata Lula saat berpidato di negara bagian Sergipe, dikutip dari The Guardian, Jumat (29/5/2026.