Bucharest -
Sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen di wilayah Rumania, negara anggota aliansi NATO, hingga melukai dua orang. NATO mengecam keras serangan drone yang disebut sebagai "kesembronoan" Moskow tersebut.Insiden ini merupakan dampak terbaru dari perang yang selama empat tahun berkecamuk antara Rusia dan Ukraina, yang meluas ke negara-negara tetangga.Negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan kedua negara yang berkonflik, menghadapi peningkatan risiko karena serangan udara malam hari semakin intensif. Pemerintah Latvia kolaps dalam beberapa pekan terakhir menyusul perdebatan soal kapasitas pertahanannya setelah dihantam serangan drone Ukraina yang nyasar.
"Pada malam hari tanggal 28-29 Mei, Federasi Rusia melanjutkan serangan drone terhadap target sipil dan infrastruktur di Ukraina, dekat perbatasan sungai dengan Rumania," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rumania, seperti dilansir AFP, Jumat (29/5/2026). "Salah satu drone ini memasuki wilayah udara Rumania, terlacak oleh radar hingga ke bagian selatan kota Galati, jatuh di atap sebuah gedung apartemen, dengan dampaknya memicu kebakaran," sebut Kementerian Pertahanan Rumania.Menurut Kementerian Pertahanan Rumania, dua orang mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. Layanan darurat Rumania menyebut kebakaran telah berhasil dipadamkan.Rumania Kecam Serangan Drone, Panggil Dubes Rusia untuk ProtesKementerian Pertahanan Rumania menyebut serangan drone itu sebagai "eskalasi" dari Rusia."Insiden ini merupakan eskalasi yang serius dan tidak bertanggung jawab dari pihak Federasi Rusia," kata Kementerian Pertahanan Rumania, sembari menyebut otoritas Bucharest telah memberitahu Sekjen NATO dan meminta "langkah-langkah untuk mempercepat transfer kemampuan antidrone ke Rumania"."Insiden semacam itu... membahayakan tidak hanya keselamatan warga Rumania, tetapi juga keamanan kolektif NATO," tegas Kementerian Pertahanan Rumania.












