MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia dan pemerintahan Taliban Afghanistan menandatangani perjanjian kerja sama militer.

Dilansir Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), perjanjian tersebut ditandatangani pada Rabu (27/5/2026) oleh Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Pertahanan Taliban Mohammad Yaqub di sela forum keamanan di luar Moskwa.Namun hingga kini, baik Rusia maupun Taliban belum merilis isi lengkap kesepakatan maupun ruang lingkup kerja sama militer tersebut.

Baca juga: Rayakan Idul Fitri, Pakistan-Taliban Sepakat Gencatan Senjata

Kondisi ini membuat para analis menilai belum jelas apakah perjanjian itu akan menjadi perubahan besar dalam hubungan pertahanan kedua negara atau sekadar simbol politik.

Kerja sama militer-teknis biasanya dapat mencakup penjualan senjata, pelatihan, pemeliharaan alutsista, dukungan logistik, hingga bantuan teknis.