DHAKA, KOMPAS.com - Seekor kerbau albino langka di Bangladesh yang dijuluki “Donald Trump” karena memiliki jambul pirang khas berhasil diselamatkan dari penyembelihan kurban Idul Adha setelah pemerintah turun tangan di menit-menit terakhir.
Kerbau tersebut awalnya telah dijual untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha di Bangladesh, negara mayoritas Muslim dengan populasi sekitar 170 juta jiwa.Namun, meningkatnya perhatian publik membuat pemerintah memutuskan untuk membatalkan penyembelihan.
Baca juga: Kerbau Pirang Bernama Donald Trump Akan Disembelih Saat Idul Adha
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Bangladesh mengatakan, keputusan itu diambil karena alasan keamanan dan tingginya minat masyarakat terhadap hewan tersebut.
“Pada saat-saat terakhir, keputusan diambil untuk menyelamatkan kerbau itu dari kurban karena alasan keamanan dan tingkat ketertarikan publik yang tidak biasa,” kata pejabat tersebut, seperti dilansir Reuters.











