TOKYO, KOMPAS.com - Pengaruh kucing di Jepang telah melampaui sekadar status hewan peliharaan lucu. Makhluk berbulu ini kini menjelma menjadi kekuatan ekonomi raksasa.
Wajah-wajah anggun mereka menghiasi sampul novel, memiliki hari perayaan khusus, bahkan jumlahnya telah melampaui populasi anjing di negara tersebut selama satu dekade terakhir.Sebuah laporan terbaru mengungkapkan fenomena yang dijuluki "catnomics" ini.
Kucing diperkirakan menyumbang nilai ekonomi yang besar bagi Negeri Sakura, yakni mencapai 3 triliun yen (sekitar Rp 300 triliun) tahun ini.
Baca juga: Jepang Sukses Uji Mesin Pesawat Hipersonik, Tokyo-AS Cuma 2 Jam
Yanaka Ginza, magnet turis di "kota kucing"








