MAKASSAR, KOMPAS.com - Warga Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar berencana akan melakukan perlawanan, jika pembangunan Proyek Strategis Negara (PSN), yaitu Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan ditempatkan di wilayah tersebut.

"Sampai kapanpun, kami tetap menolak, biar dibeli, tetap tidak mau," kata Nurbaya (48) kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).Proyek PSEL tersebut berlokasi di tengah pemukiman rumah warga, baik yang tinggal di pemukiman padat penduduk maupun di perumahan elit. Jaraknya pun, hanya sekitar satu setengah meter dari rumah-rumah warga setempat, dan dibatasi tembok dengan tinggi kurang lebih 4 meter.

"Kami tetap menolak, bagaimana tidak menolak. Lihat saja kondisinya dekat dari rumah kami jaraknya," katanya.

Baca juga: PSEL Denpasar Mulai Dibangun 8 Juli 2026, Kapasitas Olah 1.200 Ton Sampah Per Hari

Warga Sebut Keputusan Wali Kota Masih Menggantung