Jakarta - Pandemi COVID-19 di awal 2020 tak bisa dipungkiri telah mentransformasi cara dunia bekerja, termasuk bagi Sri Haryadi. Bermula dari kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan kantornya, pria ini kini mempunyai bisnis makanan dan minuman yang laris manis dan terus berkembang.Sabtu (23/5/226) siang, Sri Haryadi bekerja seperti biasa di kios usahanya yang berada di Jl Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jakarta. Beberapa produk andalannya dari UMKM bermerek Kooe.id mejeng di lemari pendingin, menyambut kedatangan kami di toko yang berada persis di belakang SPBU COCO Pramuka. Sri antusias menceritakan awal mula UMKM ini berdiri."Pada saat pandemi itu kan saya masih kerja saat itu. Jadi, saya dapat jadwal WFH selama 3 bulan ya," ujar Sri.

Selepas menyelesaikan kerjaan kantornya, Sri Haryadi rajin mengulik YouTube untuk mengisi kekosongan waktu, dimulai tentang tanaman. Pada akhirnya Sri beralih ke bidang dessert atau camilan manis karena peruntungan di tanaman belum memihaknya."Karena saya hobi makan, ya, saya mikir membuat itu namanya puding regal," tutur Sri.Sri Haryadi, pemilik usaha dessert dan sambal Kooe Foto: Gibran MaulanaPuding buatannya itu kemudian ditawarkan ke orang-orang terdekatnya. Komentar yang didapatnya yakni 'enak'. Ketika dirinya mendapatkan jadwal ngantor saat pandemi, Sri membawa puding buatannya untuk dibagikan ke teman-temannya dan mendapat sambutan luar biasa. Beberapa koleganya menyarankannya untuk berjualan puding. Sri mengikuti saran temannya dan menjual dengan ukuran loyang sebelum membuat ukuran sekali makan. Sistem jualannya masih pre order.Setelah pensiun di 2022, Sri fokus dengan UMKM miliknya. Sri banyak bersyukur karena usahanya mendapat dukungan dari teman-temannya, termasuk tentang pemilihan nama dan logo."Dalam bahasa Jawa 'kowe' itu kan 'kamu', jadi kue untuk kamu gitu," katanya.Sri saat ini masih memasarkan usahanya lewat Instagram hingga WhatsApp serta sering diundang mengikuti bazar untuk memperluas pasarnya. Rata-rata pelanggannya menjadi langganan tetap dan kerap merekomendasikan kuliner ini dari mulut ke mulut. Sampai saat ini, Sri banyak mendapatkan pembeli baru, termasuk dari beberapa perusahaan. Yang dipesan pun beragam, mulai dari mango sago yang menjadi primadona, air kelapa murni botolan, es teler, dan yang terbaru sambal untuk lauk.Berkembang Via Rumah BUMN JakartaPada 2025, Sri Haryadi menjadi bagian Rumah BUMN Jakarta yang dikelola BRI. Saat itu dia melihat status WhatsApp temannya yang mengikuti bazar undangan BRI. Sri pun tertarik dan bertanya-tanya cara mendaftar dam diberi tahu untuk datang langsung ke Rumah BUMN yang berada di Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat."Saya dateng ke sana. Udah, langsung daftar di situ. Datang langsung disambut dengan baik, kok, dibantu daftar," tuturnya.Ketika mendaftar di Juni 2025, Sri membawa langsung produk-produk andalannya, termasuk air kelapa murni yang sudah laku ribuan botol. "Saat itu saya datang, itu bawa produk. Saya inisiatif aja buat produk ya, karena apa, karena feeling saya adalah untuk meyakinkan," katanya.Pertemanan antar pelaku UMKM di Rumah BUMN Jakarta pun mendatangkan kebaikan bagi usahanya. Sri pernah berkolaborasi dengan UMKM lain untuk menggarap orderan pelanggannya.Ketika itu, Sri mendapatkan pesanan bubur sumsum hingga buko pandan. Sri tidak mempunyai produk tersebut. Berkat pertemanan di Rumah BUMN Jakarta, Sri berkolaborasi untuk membuat pesanan itu."Saya dapat pesanan karena saya sudah nggak kehandle ya, saya dapat pesanan tuh 400 milu sama 200 buko pandan. Nah, terus itunya (bubur sumsum) juga 200 juga, cuma saya udah nggak kehandle, jadi kolaborasi. Karena saya juga udah kenal ya, karena saya udah kenal produknya juga kenal orangnya juga. Jadi kan ketika merekomendasikan-kan tidak asal gitu. Jadi, mungkin fungsinya, apa namanya, Rumah BUMN BRI itu jadi saling mengenal," kata Sri.Menjadi bagian dari Rumah BUMN Jakarta mendatangkan banyak manfaat bagi Sri. Berbagai kelas dan pelatihan diadakan oleh Rumah BUMN Jakarta untuk UMKM anggotanya. Sri juga rajin mengikuti pelatihan di sini, terutama di kelas-kelas yang memang dia butuhkan untuk pengembangan usahanya.Kooe.id hampir setahun menjadi bagian Rumah BUMN Jakarta. Sri mengakui Rumah BUMN Jakarta telah mengembangkan dan memperluas jangkauan usahanya."Ilmunya banyak sekali benar. Banyak sekali kemarin yang saya baru ikutin," sebut Sri."Ternyata kan banyak sekali kurikulumnya untuk pelatihan. Saya mengikuti yang sesuai dengan kebutuhan, kadang bisa seminggu 2 kali," ujarnya.Komitmen Menaikkan Kelas UMKMRumah BUMN Jakarta membantu UMKM bertumbuh dengan pendampingan, pelatihan, membantu akses pendanaan hingga mencari pasar. Pelatihan yang diberikan bagi UMKM binaan bersifat gratis.Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menyebut saat ini BRI mengelola 54 Rumah BUMN sebagai wadah kolaborasi dalam pembentukan ekosistem ekonomi digital UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha. Bersama BRI, katanya, UMKM tak hanya tumbuh tapi juga bertransformasi menuju ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan."Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, kepada detikcom.Jajang menyebut Rumah BUMN Jakarta mendukung UMKM untuk naik kelas. "Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya.