MEDAN, KOMPAS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara merespons kondisi Guntur Sugoro, satpam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kesulitan biaya operasi pengangkatan peluru senjata api rakitan di tubuhnya setelah menjadi korban begal.

Kepala BGN Sumatera Utara, Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk membantu penanganan Guntur.“Saya komunikasi sama Kepala Dinas Kesehatan, dan juga Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)-nya,” kata Agung kepada Kompas.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (23/5/2026).

Baca juga: Satpam Dapur MBG Korban Begal di Medan Pulang dengan Peluru Bersarang di Tubuh, Tak Mampu Bayar Operasi

Seharusnya tercover BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Agung, Guntur semestinya dapat menjalani operasi menggunakan BPJS Ketenagakerjaan karena mengalami kejadian saat masih berkaitan dengan aktivitas kerja.